Ahmad Rohanda, Gagal jadi Pengusaha Justru Melayani Wartawan

Ahmad Rohanda, Gagal jadi Pengusaha Justru Melayani Wartawan

Ahmad Rohanda

Ahmad Rohanda

KERJANYA selalu di belakang layar, namun hasil kerjanya selalu ditunggu banyak orang. Betapa tidak! sebagai Staf Bidang Penerangan Umum Pusat Penerangan (Bidpenum Puspen) TNI, Ahmad Rohanda mendapat tugas mengurus berbagai informasi di lingkungan Mabes TNI, termasuk mendistribusikannya ke media massa.

Informasi dan berita yang datang tidak mengenal waktu. Butuh kecepatan agar informasi dan berita yang didapat itu bisa dipublikasikan media massa.

“Bagi saya, melayani sudah bagian dari kerjaan. Saya tidak akan tenang jika pekerjaan belum selesai. Apalagi kerja sebagai PNS di Mabes TNI harus memiliki dispilin dan semangat kerja yang tinggi,” kata pria kelahiran Jakarta, Apri 1987.

Awalnya, ia mengaku menyiapkan rilis terkait kegiatan Panglima TNI terkesan gampang dan mudah. Namun setelah dijalani, ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Dalam membuat rilis untuk wartawan, tak hanya dibutuhkan kecepatan, tapi juga ketelitian.

“Tak hanya mengetik tulisan dari hasil rekaman di lapangan. Harus juga mengoreksi kalimat per kalimat,” katanya.

Bahkan tak hanya membuat rilis. Ahmad sapaan akrabnya, mengemukakan harus mengetik bahan slide. “Itu suka duka bertugas di humas. Apalagi selalu ada kegiatan dadakan,” ucapnya.

Ia menuturkan bertugas di humas tak jauh beda dengan jurnalis. Meski punya jadwal kerja tetap, tapi tak jarang harus menyelesaikannya sampai larut malam. “Tidak kenal waktu, misalnya kalau kegiatan padat, kadang bisa pulang pagi,” ucapnya.

Tak hanyak itu, Ahmad juga kerap menemani wartawan saat ada kegiatan di luar Mabes TNI. Membagikan rilis dan memberikan penjelasan yang diperlukan kawan-kawan pers.

“Jika ada jurnalis yang bertanya, harus siap. Itu selalu yang disampaikan atasan saya, Pak Badarudin yang sama-sama bertugas di Ditpenum Puspen TNI,” kata pria terbilang periang ini.

PENGUSAHA

Ahmad sendiri punya cita-cita sebagai pengusaha. Namun garis tangan berkata lain, ia akhirnya menjadi PNS sejak 2010. Mengikuti jejak orang tuanya sebagai abdi negara.

“Cita-cita saya sebenarnya ingin menjadi pengusaha sukses. Kenapa saya ingin jadi pengusaha, karena tidak dipusingkan dengan kerjaan yang dibebankan. Seorang pengusaha bebas ingin seperti apa mengelola usaha, karena dia sendiri yang menentukan bagaimana usahanya jalan atau tidak,” ujarnya.

Itulah sebabnya, kelak saat pensiun Ahamd ingin menjadi pengusaha. “Ya, kalau nanti pensiun, saya ingin jadi pengusaha. Minimal pengusaha kecil-kecilan,” ujarnya sembari tertawa. (rizal/bi/st)

Sumber :Pos Kota

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com