Dorong Wirausaha Baru, UKM Butuh Akses Pembiayaan

Dorong Wirausaha Baru, UKM Butuh Akses Pembiayaan

Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kemenperin Gati Wibawaningsih memperlihatkan contoh cangkul 75 persen jadi yang diproduksi oleh PT. Boma Bisma Indra ketika Konferensi Pers terkait Tindak Lanjut MoU Alat Perkakas Pertanian di Kementerian Perindustrian.(Tri)

Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kemenperin Gati Wibawaningsih memperlihatkan contoh cangkul 75 persen jadi yang diproduksi oleh PT. Boma Bisma Indra ketika Konferensi Pers terkait Tindak Lanjut MoU Alat Perkakas Pertanian di Kementerian Perindustrian.(Tri)

JAKARTA – Kesulitan mengakses pembiayaan menjadi kendala pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk mengembangkan komoditas jualannya di Indonesia.

Padahal potensi kewirausahaan masyarakat sudah teruji saat menghadapi berbagai krisis ekonomi selama ini.

Hal itu diakui Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih. Katanya, instansinya mendorong terbentuk wirausaha baru yang membutuhkan dukungan banyak pihak untuk memberdayakan sentra-sentra UKM, yang pada gilirannya meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia.

“Guna mencapai sasaran tersebut, kami berkomitmen dan fokus untuk semakin meningkatkan daya saing dan produktivitas UKM melalui dukungan modal dari swasta & perbankan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (14/2).

Hal senada diungkap anggota Komisi VI DPR, Endang Srikarti Handayani. Harapannya, pelaku UKM tidak dipersulit dalam mengakses pembiayaan dimana alokasi APBN mencapai Rp 1,2 trilyun.

“Pelaku UKM sudah teruji bertahan dalam setiap resesi, apalagi dalam menghadapi persaingan global asalkan difasilitasi dan dilindungi Pemerintah,” ujarnya di Senayan, Kamis (14/2).

Kedua lembaga itu sepakat mengembangkan pelaku UKM itu perlu diperluas pemasarannya melalui online dengan bekerjasama e-commerce seperti Lazada, Shopee, MatahariMall.com, BliBli.com, Bukalapak, Tokopedia, & Blanja.com. Pemerintah mencatat baru 3,79 juta atau 8% dari total 59,2 juta UKM se-Indonesia dari sektor kosmetik, fashion, makanan, minuman, kerajinan, perhiasan, mebel, herbal dan produk logam, yang memanfaatkan platform online. (rinaldi/Tri)

 

Sumber :Pos Kota

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com